Training Division

T R A I N I N G

on Safety, Health and Environment (SHE)

 

Reliability Centered Maintenance

(RCM)


Latar Belakang

Perubahan dan pertumbuhan yang sangat pesat pada jumlah dan ragam aset-aset fisik (AAF) seperti bangunan, peralatan perkantoran, mesin-mesin, bengkel, kendaraan, dan lain-lain menyebabkan sangat perlunya suatu manajemen pemeliharaan yang handal dan terintegrasi.

Berbagai teknik pemeliharaan baru terus berkembang mengikuti kompleksitas desain dan tuntutan operasional di lapangan. Hal ini menggeser cara pandang publik maupun pihak manajemen yang semakin sadar akan pentingnya suatu Organisasi/Departemen Pemeliharaan, karena diketahui bahwa sistem pemeliharaan yang handal memberi kontribusi yang signifikan kepada peningkatan profit.

Kursus Reliability Centered Maintenance (RCM) atau Kehandalan yang Berbasis pada segi Pemeliharaan merupakan kursus yang melakukan kajian praktis suatu sistem dalam rangka menentukan tindakan pemeliharaan yang tepat untuk menjamin berfungsinya semua AAF dalam kondisi dan konteks operasional.

Aplikasi RCM mengarah pada pertimbangan keselamatan proses produksi dan efek terhadap lingkungan, terjadinya peningkatan unjuk kerja operasional, efektifitas biaya pemeliharaan, kehandalan AAF dan teamwork, comprehensive database, dan motivasi individual yang tinggi.


Tujuan

 

Training RCM diselenggarakan dengan tujuan:

1. Memberikan pemahaman tentang kehandalan dan kontribusi maintenance dalam membentuk sistem yang handal.

2. Peserta dapat melakukan analisis dan perhitungan dari suatu kasus "gagal" dalam konteks RCM.

3. Peserta dapat melakukan perencanaan dan mengambil tindakan yang tepat dan rasional berkaitan dengan maintenance dalam rangka mewujudkan keseluruhan sistem yang handal.


Materi

1. Kehandalan kaitannya dengan maintenance.

2. Definisi dan analisis fungsional dari suatu kondisi gagal

            3. Analisis efek dan model kegagalan dalam konteks RCM

4. Penentuan resiko yang dapat diterima dan upaya penemuan kegagalan

5. Proactive maintenance dan pengukuran unjuk kerja keseluruhan proses maintenance

6. Implementasi RCM

7. Studi kasus dan alternatif penyelesaian


Peserta
  • Manajer perusahaan bidang energi, industri proses padat energi, industri kimia, dan industri beresiko tinggi
  • Staf/Manajer industri kelistrikan, minyak dan gas bumi
  • Manajer Tingkat Menengah atau ke atas seperti: Manajer Operasi, Super Intendent atau Supervisor di lingkungan Industri PMA, BUMN dan Kontraktor Production Sharing
  • Pejabat yang bertanggungjawab dalam pengelolaan perawatan instalasi

Waktu, Biaya dan fasilitas

Training ini diadakan selama 3 hari dengan biaya sebesar Rp 3.500.000,00.- (tidak termasuk biaya akomodasi).

Fasilitas yang diperoleh:

a. Modul pelatihan lengkap disusun oleh instruktur profesional

b. Tas (hand bag), dilengkapi dengan alat tulis, souvenir dan kartu tanda peserta

c. Makan siang dan 2 kali rehat kopi (pagi dan sore) selama pelatihan

d. Ruang pelatihan yang representatif dengan fasilitas multimedia


Koordinator Training: Dr. Ir. Yudi Utomo Imardjoko M.Sc.

 

 

 

MANAJEMEN DAN KAJIAN RISIKO

(MKR)


Latar Belakang

Kajian mengenai risiko hadir sebagai tuntutan peradaban dan proses di lapangan. Hal ini dapat dipahami karena kebolehjadian peristiwa yang tidak diinginkan seperti kecelakaan (fire, explotion, toxic release) tidak pernah sama dengan nol, akibat dari kontribusi human factor, manajemen dan kehandalan desain yang tidak 100%.

Manajemen dan Kajian Risiko (MKR) sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan derajat keselamatan bagi pekerja, publik, lingkungan, properti dan investasi, kualitas produk, image, dan keberlangsungan perusahaan.

Peningkatan derajat keselamatan berkorelasi signifikan terhadap peningkatan produktivitas usaha dan efisiensi kumulatif suatu badan usaha, industri maupun organisasi manajemen.

Tujuan

Training ini bertujuan memberikan kemampuan menganalisis suatu sistem industri, dalam hal:

  1. Menentukan besar peluang terjadinya kecelakaan industri.
  2. Memperkirakan seberapa sering dan seberapa besar dampak yang ditimbulkan oleh suatu kecelakaan.
  3. Melakukan identifikasi penyebab berbagai kecelakaan yang mungkin terjadi.
  4. Menentukan upaya preventif dan mitigasi bagi suatu kecelakaan.
  5. Menentukan langkah dan rekomendasi perbaikan sistem untuk meningkatkan derajat keselamatan.

Materi

1) Rekayasa Keselamatan pada Industri Energi

- Pengenalan Konsep, filosofi dan implementasi

- Kajian dampak dan konsekuensi kecelakaan

2) Analisis resiko system teknik (listrik, mekanik dan kimia).

3) Identifikasi bahaya.

4) Kegagalan dan kecelakaan.

5) Manajemen dan Asesmen Resiko (keputusan, implementasi dan control, Perencanaan emergency dan respon).

6) Keselamatan dan Produktifitas.

7) Studi Kasus.

Peserta

  • Staf perusahaan bidang energi, industri proses padat energi, industri kimia, industri kelistrikan, minyak dan gas bumi
  • Staf Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Direktorat Jenderal Listrik dan Pengembangan Energi
  • Manajer Tingkat Menengah seperti Manajer Operasi, Super Intendent atau Supervisor di lingkungan Industri PMA, dan BUMN
  • Pejabat yang bertanggung jawab dalam pengelolaan keselamatan kerja, instalasi dan lingkungan

Waktu, Biaya dan fasilitas

Training ini diadakan selama 3 hari dengan biaya sebesar Rp 3.000.000,00.- (tidak termasuk biaya akomodasi). Fasilitas yang diperoleh:

a. Modul pelatihan lengkap disusun oleh instruktur profesional

b. Tas (hand bag), dilengkapi dengan alat tulis, souvenir dan kartu tanda peserta

c. Makan siang dan 2 kali rehat kopi selama pelatihan

d. Ruang pelatihan yang representatif dengan fasilitas multimedia

Koordinator Training: Ir. Fadli Kasim M.Sc.

 

 

 

MANAJEMEN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

(MK3)

 

Latar Belakang

Memasuki era perdagangan bebas, setiap perusahaan dituntut untuk dapat selalu meningkatkan daya saingnya agar bisa tangguh menghadapi persaingan. Dalam kaitan inilah, diperlukan kemampuan pengelolaan Sumber Daya Perusahaan secara efisien dan efektif agar dapat memberikan hasil maksimal bagi perusahan. Untuk menumbuhkan wawasan bagaimana seharusnya pengelolaan perusahaan itu dilakukan dengan baik, terutama skala kecil dan menengah antara lain melalui peningkatan produktivitas tenaga kerja. Sedangkan produktivitas tenaga kerja perusahaan dapat meningkat apabila kondisi dan suasana kerja mendukung.

Dengan berdasarkan pada usaha untuk mempertahankan dan meningkatkan produktivitas serta mencegah kerugian baik investasi maupun moril/sosial maka bahaya yang mungkin timbul dari mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, keadaan tempat kerja, lingkungan, cara melakukan pekerjaan, karakteristik fisik dan mental dari pekerjaannya harus sejauh mungkin diberantas dan dikendalikan. Kegiatan kerja yang didukung oleh penguasaan praktis pekerja terhadap aspek K-3 jelas akan mengefisienkan seluruh lingkungan yang terkait dengan kinerja perusahaan baik dari sisi manajerial maupun dari teknis operasional.

Tujuan

Training ini bertujuan memberikan kemampuan menganalisis sistem keselamatan kerja, sehingga peserta mampu:

  1. Mengetahui pemenuhan perusahaan terhadap peraturan perundangan dibidang K3
  2. Menentukan penyebab berbagai kecelakaan kerja yang mungkin terjadi
  3. Menentukan upaya keselamatan kerja pada sistem yang dihadapi atas dasar pengetahuan kecelakaan
  4. Menentukan langkah dan rekomendasi perbaikan sistem untuk meningkatkan derajat keselamatan kerja.

Materi

  • Batasan dan tujuan K-3
  • Prosedur dan rencana kerja
  • Penyakit akibat kerja & kecelakaan kerja
  • Faktor-faktor resiko di lingkungan kerja
  • Pengelolaan K-3 dalam industri/perusahaan
  • Hubungan K-3 dengan lingkungan
  • Hubungan kedokteran pencegahan dengan kesehatan masyarakat
  • Jaminan keselamatan kerja

Peserta

  • Staf perusahaan bidang energi, industri proses padat energi, industri kimia, industri kelistrikan, minyak dan gas bumi
  • Staf Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Direktorat Jenderal Listrik dan Pengembangan Energi
  • Manajer Tingkat Menengah seperti Manajer Operasi, Super Intendent atau Supervisor di lingkungan Industri PMA, dan BUMN
  • Pejabat yang bertanggung jawab dalam pengelolaan keselamatan kerja, instalasi dan lingkungan

Waktu, Biaya dan fasilitas

Training ini diadakan selama 3 hari dengan biaya sebesar Rp 2.750.000,00.- (tidak termasuk biaya akomodasi). Fasilitas yang diperoleh:

a.Modul pelatihan lengkap disusun oleh instruktur profesional

b.Tas (hand bag), dilengkapi dengan alat tulis, souvenir dan kartu tanda peserta

c.Makan siang dan 2 kali rehat kopi selama pelatihan

d.Ruang pelatihan yang representatif dengan fasilitas multimedia

Koordinator Training: Ir. Haryono Budi Santoso

 

CHANGE MANAGEMENT

Latar Belakang

  • Tantangan yang dihadapi oleh organisasi saat ini sangat berat disebabkan oleh perubahan lingkungan eksternal organisasi yang berjalan sangat cepat.
  • Perubahan drastis lingkungan eksternal di dalam negeri Indonesia terjadi sejak krisis ekonomi dan bergulirnya reformasi, hal ini mencakup hampir seluruh tata kehidupan bangsa Indonesia, termasuk kehidupan usaha.
  • Perubahan lingkungan eksternal di luar Indonesia yang cukup signifikan bagi dunia kerja dan dunia usaha adalah datangnya era pasar bebas, di mana kompetisi diatur dengan aturan-aturan internasional yang sarat oleh pengaruh budaya barat.
  • Agar berhasil survive di era sedemikian kompleks, organisasi harus :

§ mampu secara terus menerus melakukan perubahan,

§ mampu menjawab tuntutan jaman,

§ mampu beradaptasi dan responsif terhadap lingkungan.

Pemikiran

Kemampuan untuk memanage perubahan secara terencana berdasarkan pemahaman lingkungan budaya di dalam dan di luar organisasi sangat menentukan keberhasilan perubahan. Tidak kalah penting adalah ketrampilan agen perubahan yang kompeten termasuk kepemimpinan dalam semua level organisasi, turut menentukan efektivitas perubahan.

Tujuan

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan:

  1. Memahami lingkungan di luar maupun di dalam organisasi sebelum menyusun suatu program perubahan.
  2. Mampu menyusun rencana perubahan berdasarkan metode analisis medan.
  3. Memahami ciri-ciri agen perubahan yang berhasil dan mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang harus dikembangkan untuk menjadi agen perubahan yang berhasil.

Materi

  1. Budaya masyarakat dan budaya organisasi.
  2. Langkah-langkah perubahan.
  3. Kedalaman perubahan.
  4. Hambatan-hambatan terhadap perubahan.
  5. Agen perubahan.
  6. Leadership.
  7. Analisis medan dan skenario building.

Peserta

  • Pimpinan organisasi yang ingin melakukan perubahan.
  • Para manajer di seluruh lini organisasi.
  • Staf dan karyawan pada organisasi yang ingin melakukan perubahan.
  • Praktisi organisasi dan manajemen sumber daya manusia.
  • Mahasiswa pasca sarjana yang berminat pada bidang organisasi, sumber daya manusia dan psikologi.

Waktu dan Biaya

Training diselenggarakan selama 4 hari dengan metode kelas dan aktivitas outdoor. Biaya untuk mengikuti training ini adalah Rp. 2.750.000,00.-

Koordinator Training: Dra. Noor Rahmani M.Sc.

TRUST BASED HUMAN RESOURCE MANAGEMENT

Latar Belakang

  • Sumber daya manusia adalah salah satu faktor penting penentu keberhasilan organisasi.
  • Organisasi bermodal kuat tanpa dukungan SDM berkualitas akan dengan mudah dikalahkan oleh organisasi dengan modal kurang diperhitungkan tetapi didukung oleh SDM yang memiliki kompetensi , motivasi, dan daya juang yang tinggi.
  • Oleh karena itu, dewasa ini sumber daya manusia bukan lagi dianggap sebagai aset bagi organisasi, melainkan sebagai mitra.
  • Konsep mitra membutuhkan hubungan timbal balik berdasarkan rasa aman dan saling mempercayai sehingga kerjasama menghasilkan kinerja yang tinggi.

Pemikiran

Kepercayaan adalah dasar bagi semua hubungan yang sehat, baik dalam keluarga, masyarakat maupun dalam lingkungan kerja. Dalam suatu organisasi kerja yang dikelola berdasarkan kepercayaan, hubungan antara satu orang dengan orang lain dalam organisasi tersebut menjadi harmonis dan saling menghargai. Harmonis bukan berarti tidak ada konflik atau perbedaan, tapi konflik dan perbedaan dikelola dengan baik sehingga menghasilkan hal yang positif bagi organisasi dan bagi para anggotanya. Untuk membangun budaya saling mempercayai, salah satunya adalah dengan membangun sistem pengelolaan SDM yang berbasis kepercayaan dalam setiap aktivitas-aktivitasnya.

Tujuan

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan:

  1. Memahami konsep kepercayaan yang akan dibangun sebagai budaya organisasi.
  2. Mengerti seluruh aktivitas pengelolaan sumber daya manusia yang berbasis kepercayaan.
  3. Mampu menyusun program-program pengelolaan sumber daya manusia berbasis kepercayaan.

Materi

  1. Budaya organisasi.
  2. Rangkaian aktivitas manajemen sumber daya manusia berbasis budaya saling mempercayai.
  3. Perencanaan sumber daya manusia.
  4. Sistem pengembangan sumber daya manusia berbasis kepercayaan.
  5. Deskripsi jabatan dan redesain tugas.
  6. Evaluasi kinerja berbasis manajemen kinerja.
  7. Sistem kompensasi.
  8. Rekruitmen dan penempatan.
  9. Pelatihan dan pengembangan.
  10. Perencanaan karir.
  11. Manajemen stres kerja organisasional.

Peserta

  • Pimpinan organisasi yang ingin mengembangkan sumber daya manusianya sehingga mampu mencapai kinerja maksimal organisasi.
  • Para manajer di seluruh lini organisasi, khususnya manajer SDM.
  • Staf dan karyawan pada organisasi yang ingin merintis karir dibidang SDM.
  • Praktisi organisasi dan manajemen sumber daya manusia.
  • Mahasiswa pasca sarjana yang berminat pada bidang organisasi, sumber daya manusia dan psikologi.

Waktu dan Biaya

Training diselenggarakan selama 3 hari dengan biaya sebesar Rp 2.500.000,00.-

Koordinator Training: Dra. Noor Rahmani M.Sc.

INDONESIAN LEADERSHIP

Kepemimpinan yang Efektif untuk Organisasi di Indonesia

Latar Belakang

  • Teori dan praktek kepemimpinan pada umumnya didasarkan pada teori-teori barat di mana mayoritas penelitian dan dokumentasi perilaku kepemimpinan dilakukan.
  • Sementara itu penelitian mengenai perbedaan budaya antar bangsa menunjukkan adanya perbedaan yang cukup signifikan antara budaya Indonesia dan budaya barat dimana konsep kepemimpinan organisasi dikembangkan.
  • Oleh karena itu suatu kepemimpinan yang lebih mengakar pada budaya Indonesia sangat dibutuhkan oleh para pimpinan organisasi pada semua lini untuk mencapai efektivitas dan keberhasilan organisasi.

Pemikiran

Guna mengembangkan kemampuan memimpin dibutuhkan kemampuan untuk memahami lingkungan budaya di dalam dan di luar organisasi di mana dia berada. Pemahaman terhadap budaya setempat akan membantu pemimpin memahami perilaku kerja orang-orang yang dipimpinnya. Pemahaman tersebut kemudian menjadi dasar bagi seorang pemimpin untuk mengembangkan pendekatan yang lebih sesuai dengan budaya setempat.

Tujuan

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan:

  1. Memahami perbedaan budaya antar bangsa secara umum dan budaya Indonesia khususnya.
  2. Mampu mengembangkan pendekatan kepemimpinan yang lebih sesuai dengan budaya di mana organisasi berada.
  3. Memahami cara mengembangkan kemampuan memimpin yang lebih membumi.

Materi

  1. Perbedaan budaya antar bangsa.
  2. Budaya Indonesia umumnya dan budaya kerja orang Indonesia khususnya.
  3. Pendekatan barat mengenai kepemimpinan.
  4. Kepemimpinan Indonesia sepanjang masa.
  5. Nilai-nilai kepemimpinan universal.
  6. Identfikasi gaya kepemimpinan yang sesuai.
  7. Mengembangkan kemampuan memimpin dalam budaya kerja yang berbeda.

Peserta

  • Pimpinan organisasi yang ingin mengembangkan kemampuan memimpin yang efektif sesuai dengan budaya kerja setempat.
  • Para ekspatriat yang ingin mengembangkan kemampuan memimpin dalam suatu budaya yang berbeda dengan budaya negara asalnya (untuk para ekspatriat, pelatihan dapat diberikan dalam bahasa Inggris).
  • Para manajer di seluruh lini organisasi.
  • Staf dan karyawan pada organisasi yang ingin merintis karir sebagai pimpinan pada setiap lini dalam organisasi.
  • Praktisi organisasi dan manajemen sumber daya manusia.
  • Mahasiswa pasca sarjana yang berminat pada bidang organisasi, sumber daya manusia, kepemimpinan dan psikologi.

Waktu dan Biaya

Training diselenggarakan selama 4 hari dengan metode kelas dan aktivitas outdoor. Biaya untuk mengikuti training ini adalah Rp. 3.500.000,00.-

Koordinator Training: Dra. Noor Rahmani M.Sc.

fasilitas

a.Modul pelatihan lengkap disusun oleh instruktur profesional.

b.Tas (hand bag), dilengkapi dengan alat tulis, souvenir dan kartu tanda peserta.

c.Makan siang dan 2 kali rehat kopi selama pelatihan.

d.Ruang pelatihan yang representatif dengan fasilitas multimedia.

JADWAL PELATIHAN TAHUN 2008

ANGKATAN

RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE

MANAJEMEN DAN KAJIAN RESIKO

MANAJEMEN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

I

4 - 6 Februari 2008

18 - 20 Februari 2008

3 - 5 Maret 2008

II

17 - 19 Maret 2008

31 Maret - 2 April 2008

14 - 16 April 2008

III

28 - 30 April 2008

12 - 14 Mei 2008

2 - 4 Juni 2008

IV

16 - 18 Juni 2008

30 Juni - 2 Juli 2008

14 - 16 Juli 2008

V

4 - 6 Agustus 2008

19 - 21 Agustus 2008

1 - 3 September 2008

VI

15 - 17 September 2008

20 - 22 Oktober 2008

3 - 5 November 2008

JADWAL PELATIHAN TAHUN 2008

Angkatan

CHANGE MANAGEMENT

TRUST BASED HUMAN RESOURCES MANAGEMENT

INDONESIAN LEADERSHIP, KEPEMIMPINAN EFEKTIF ORGANISASI

I

11 - 14 Februari 2008

25 - 27 Februari 2008

10 - 13 Maret 2008

II

24 - 27 Maret 2008

7 - 9 April 2008

21 - 24 April 2008

III

5 - 8 Mei 2008

26 - 28 Mei 2008

9 - 12 Juni 2008

IV

23 - 26 Juni 2008

7 - 9 Juli 2008

21 - 24 Juli 2008

V

11 - 14 Agustus 2008

25 - 27 Agustus 2008

8 - 11 September 2008

VI

13 - 16 Oktober 2008

27 - 29 Oktober 2008

10 - 13 November 2008

Keterangan :

1. Pelatihan juga dapat dilaksanakan sewaktu-waktu apabila batas minimal jumlah peserta (quota) terpenuhi dan jadwal baru dapat dibuat setelah disepakati oleh semua peserta yang ikut.

2. Pelatihan secara In-house juga dapat dilaksanakan dengan jumlah minimal peserta adalah 10 orang. Lokasi dan jadwal sepenuhnya dapat ditentukan oleh para peserta yang akan mengikuti pelatihan tersebut.

Pendaftaran dan Informasi

Pendaftaran peserta training diterima Panitia Penyelenggara paling lambat 5 hari sebelum kursus berlangsung dengan mengirimkan biodata lengkap sesuai dengan formulir pendaftaran melalui Faksimili, Pos atau e-mail ke alamat Panitia Penyelenggara:

Training Division

PT. PRIMA ENERGI NUSANTARA (PENSA)

Jl. Sanggrahan 102A, Condongcatur, Depok, Sleman

Yogyakarta, DIY. 55283

Telp. 0274 4463399, 4463123; Fax. 0274 4463123

e-mail: fadli@pensa-ltd.com

www.pensa-ltd.com

Rek BRI (atas nama PT. PRIMA ENERGI Nusantara)

0029 - 01 - 000977 - 30 - 2

contact person:

Ir. Fadli Kasim M.Sc. (HP. 081578104100)

Sinta Ikawisudawati S.Si (HP. 08121593023)

Information